Minggu, 22 Desember 2013

Civil society : Gerakan Buruh Guna Mempertahankan Eksistensi diri



Mungkin kita sering mendengar gerakan buruh untuk menuntut kenaikan upah minimum regional yang biasa disebut dengan UMR. Tapi pernakah terbesit di pikiran kita mengapa para buruh sering kali unjuk rasa?! Dan apakah kalian tau pada 2013 ini para buruh di Jawa Timur mengajukan UMR sebesar 2,2 juta per bulan. Dengan fakta tersebut, mungkin akan terbesit di pikiran kita satu pertanyaan. "Mengapa UMR buruh bisa setinggi itu bila dibandingkan upah guru di Indonesia?"

Upah Guru Tidak Tetap (GTT) hanya berkisar 800 ribu hingga 1 juta per bulan. Bila dibandingkan upah buruh,tentu saja sangat tidak sepadan! tapi mengapa bisa demikian? Padahal, tingkat pendidikan seorang guru lebih tinggi dari pada buruh. Ini semua karena usaha para buruh berupa demonstrasi menuntut kenaikan gaji sehingga membuat pemerintah tidak bisa berkutik jika semua buruh di Indonesia mogok kerja.



Sudah jelas! Tujuan buruh berdemo adalah untuk meningkatkan kemakmuran hidupnya agar menjadi lebih baik. Dulu, seseorang bekerja sebagai buruh akan merasa malu dengan pekerjaannya. Tapi sekarang?! Sekarang banyak orang malah ingin menjadi seorang buruh. Bahkan banyak generasi muda tidak melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena tergiur gaji yang tinggisebagai buruh. 

Ya! Itulah tujuan dari demonstrasi! Selain untuk meningkatkan kemakmuran, juga untuk meningkatkan eksistensi diri didalam kehidupan bermasyarakat. Lalu kenapa para guru tidak berdemo untuk menuntut kenaikan gaji sama halnya seperti buruh?! GURU BUKAN BURUH! Guru bekerja tanpa tanda jasa. Mereka mengamalkan ilmu mereka dengan tulus walaupun dibayar dengan upah yang sangat rendah.

Saya harap, pemerintah bisa memperhatikan keringat para guru di Indonesia dan juga pemerintah bisa menghargai jasa guru dengan pantas walaupun guru tidak pernah unjuk rasa atas keluh kesah yang dirasakannya. HARGAI JUGA YANG TIDAK BERDEMO!

Kamis, 12 Desember 2013

Biodata Ku

Tidak ada seorangpun yang mau menjadi "Ordinay People"! Begitupula denganku! Meskipun saat ini aku hanya seorang gadis biasa, tidak kaya, tidak cantik, dan tidak terlalu pintar, tapi aku sangat yakin! dengan usaha keras, aku pasti bisa meraih impianku!

Nama lengkapku Zaimatul Hurriyyah. Biasa dipanggil Cicim.Aku lahir pada tanggal12 Maret1995. Saat ini aku adalah seorang Mahasiswi di Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida'iyah. Sejak kecil aku ingin menjadi seorang guru. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, aku berubah pikiran. Entah mengapa tiba-tiba saja aku ingin menjadi seorang dosen di Universitas Negeri.Lima atau enam tahun ke depan, aku tidak ingin menjadi gadis biasa lagi! aku ingin menjadi "Extraordinary People" dan membanggakan kedua orang tua.



Untuk mencapai impian yang tinggi, memang tidak mudah! Semua butuh ikhtiar dan do'a dari banyakpihak. Dulu aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk mencapai cita-citaku. Setiap hari hanya kuwarnai dengan menonton televisi saja. Tapi sekarang aku tau dan sadar bahwa aku harus berubah saat ini juga!Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Yang harus aku lakukan sekarang adalah belajar,belajar, dan berdo'a. Allah pasti akan mengabulkan do'a orang-orang yang berusaha sungguh-sungguh. Tidak ada yang tidakmungkin di dunia ini saat Allah berkehendak.
Rencanaku untuk tahun-tahun ke depan :
Tiga tahun ke depan => Lulus S1 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dua tahun selanjutnya => Lulus S2 PGMI
1/2 tahun kemudian => Menjadi seorang dosen.

Semua itu adalah rencana masa depanku, akan tetapi, aku tau benar bahwa sebaik-baik rencana manusia, tidak akan adayang bisa menandingi indahnya rencana Allah.^_^


Minggu, 08 Desember 2013

Realita Good Governance


Oleh: Zaimatul Hurriyyah

Berjuta kenyataan tentang keburukan yang tidak dapat dipungkiri oleh manusia beserta hukum yang telah diciptakannya. Seperti yang kita tau, ketidak adilan ada dimana-mana! Meluas, melebar, dan mendarah daging dari masyarakat kota sampai pedesaan sekalipun. Lalu dimakah peran Good Governance selama ini?

Semua itu membuat saya menjadi miris karena banyaknya contoh konkrit yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri! Contohnya saja seperti kebijakan salah seorang kepala desa di lingkunganku. Dia dengan sengaja menginzikan beberapa oknum untuk membuka warung kopi yang di dalamnya terdapat praktek prostitusi. Astaghfirullah!
Tentu saja kebijakan yang tidak pantas itu membuat ketidak nyamanan bagi banyak orang. Pasalnya, hal itu bisa saja membuat menyebarnya penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh praktek prostitusi itu seperti penyakit kelamin, sifilis, bahkan HIV sekalipun!


Terdapat banyak sekali dampak buruk atas satu kebijakan yang buruk. Lalu apakah kebijakan yang buruk itu akan terus-menerus menjadi lebih parah dengan bertambahnya waktu?! Tentu saja!

 Lalu apa solusinya?

Mungkin pemerintah pusat bisa lebih tegas dan merata dalam memberi hukuman bagi siapapun yang membuka praktek prostitusi, dimanapun dan kapanpun! Dan seharusnya pemerintah juga memberi hukuman pada oknum yang mengizinkan praktek prostitusi tersebut. Dengan ketegasan pemerintah, maka saya sangat yakin! Praktek prostitusi pasti akan berkurang!! 


Rabu, 27 November 2013

potret HAM di Indonesia

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Menyinggung tentang HAM di Indonesia, tentunya terdapat banyak sekali realita-realita HAM yang tidak sesuai dengan peri keadilan. Di dunia ini, kita sering menjumpai potret kenyataan dimana orang kaya dipuja dan orang miskin ditindas. Dan yang lebih ironis, hal tersebut tanpa disadari telah menjadi adat istiadat yang sudah mendarah daging.

Contoh konkritnya adalah orang-orang di desaku sendiri! Biasanya, pada acara tertentu seperti lamaran pernikahan, orang-orang kaya yang diundang, diantar dengan menggunakan mobil mewah. Sedangkan orangorang yang berekonomi menengah ke bawah diantar dengan mobil pengangkut pasir. Fenomena ini tentunya tidak sesuai dengan HAM, yaitu untuk mendapatkan perlakuan yang sama.



Permasalahan HAM tidak hanya terjadi di desa saja! Akan tetapi permasalahan tersebut bisa terjadi dimana-mana, kapan saja, dan pada siapa saja!! Dari rakyat jelata ampai presiden sekalipun!
 Akhir-akhir ini, Indonesia digemparkan kasus penyadapan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Australia terhadap Presiden Indonesia, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan pejabat penting lainnya. Hal ini tentu saja tidak hanya merupakan kasus yang berkenaan dengan politik saja! Akan tetapi ini juga merupakan kasus pelanggaran HAM, yang mana pada hakikatnya setiap orang memiiki hak pribadinya masing-masing.

Dunia ini mungkin tidak akan berwarna jika tidak ada masalah. Mungkin masalah-masalah yang berkenaan dengan hak asasi manusia tersebut bisa diatasi masing-masing individu yang mengalaminya. Ini semua tergantung dan kembali pada maising-masing individu, bila mau mengatasinya secara bijaksana, maka masalah akan terpecahkan. Bila tidak bisa mengatasinya secara bijaksana, maka masalah tersebut akan terus menjadi-jadi dan malah akan semakin rumit.

Rabu, 13 November 2013

OTODA di desaku

oleh: Zaimatul Hurriyyah

Selama ini kita selalu berpikir bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah selalu salah karena di dalamnya terdapat banyak koruptor. Yang mana hal itu membuat kita tak lagi menaruh kepercayaan pada pemerintahan ini lagi. Padahal, pada kenyataannya mereka tidak sepenuhnya salah! Kita juga sering berpikir apa kontribusi yang diberikan pemerintah untuk rakyat selama ini.

Tanpa kita sadari, pada kenyataannya pemerintah turut berperan banyak dalam membangun daerah yang kita tempati. Sebenarnya, saya juga kurang menyadarinya sebelum saya mengamati perubahan positif yang terjadi di Daerah tempat tinggal saya.



Dulu, di desa saya, jalan setapaknya dipenuhi dengan bebatuan terjal. Yang mana membuat setiap orang yang melewatinya merasa kesulitan. Namun sekarang, jalan-jalan setapak itupun telah berubah menjadi jauh lebih baik. Batu-batu terjal itupun sudah tidak ada lagi! Yang ada sekarang adalah jalan setapak tanpa hambatanyang mudah untuk dilalui baik pejalan kaki maupun pengendara. Selain itu, masih banyak perubahan-perubahan positif lainnya yang ada di desaku, seperti pembuatan jembatan, perbaikan gedung sekolah, dan lain sebagainya.Lalu siapakah yang berjasa atas semua ini?!

Tentu saja pemerintah! khususnya pemerintah daerah dengan segala kebijakannya. Kita seharusnya bersyukur atas takdir kita yang hidup dan bernafas di bumi pertiwi ini. Walaupun negara kita masih merupakan negara berkembang yang di dalamnya maih terdapat banyak koruptor, akan tetapi kita masih bisa hidup dalam kedamaian tanpa peperangan seperti yang terjadi di negara-negara timur tengah.

Kamis, 31 Oktober 2013

Kejamnya Demokrasi di Indonesia

oleh : Zaimatul Hurriyyah

Seperti yang kita tau, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Lalu dengan definisi tentang demokrasi tersebut, apakah Indonesia sudah menjadi negara yang menganut sistem demokrasi?. Pada kenyataannya TIDAK.

Rakyat kelas bawah hanya menjadi batu pijakan bagi rakyat kelas atas terutama bagi pejabat. Para pejabat sering kali mengobral janji untuk memperbaiki infrastruktur, mengurangi pengangguran, menggratiskan pengobatan dan pendidikan, dan janji-janji palsu yang lainnya. Pada kenyataannya, kebanyakan dari mereka yang terpilih menjadi wakil rakyat hanya menepati janjinya di awal dan di akhir masa jabatannya saja. Bila dihitung, janji mereka kurang dari 50% tidak terealisasikan. Kenapa bisa begitu? Padahal APBN dan APBD di Indonesia sangat banyak sekali melebihi negara-negara di asia tenggara yang lainnya.



Data belanja Indonesia tahun 2012 sebesar Rp1.435,4 T. Dibandingkan dengan data belanja Malaysia yang hanya sekitar Rp650 T. Mungkin Indonesia membutuhkan dana yang lebih banyak karena memiliki daerah yang lebih luas. Tapi dana yang begitu banyak tersebut tidak seimbang dengan sedikitnya kemakmuran yang di dapatkan rakyat.

Lalu ke manakah dana-dana tersebut?!


Inilah Nama-nama Politikus Koruptor 2012


Ke sinilah dana-dana yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat itu mengalir dan terhenti di kantong mereka. Dan yang lebih ironis, mereka hanya dipenjara selama beberapa tahun saja! Itupun dengan fasilitas yang jauh lebih memadai dari pada narapidana lain. Oleh karena itu, KITA sebagai generasi muda, harus mengobarkan semangat darah juang 45 untuk menghentikan semua ini dan berusaha menciptakan sistem demokrasi yang sebenarnya di Indonesia. Kalau tidak kita, siapa lagi?!

Rabu, 16 Oktober 2013

Perlukah kita menjadi rakyat yang demokratis?

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Sebelumnya, saya pernah membaca salah satu buku yang mana salah satu kutipan dalam buku tersebut membuat saya sedikit bingung. Di dalam buku itu terkutip "Demokrasi dari rakyak, oleh rakyat, untuk rakyat?. Sekarang yang benar adalah Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, untuk kapitalis"


Realitanya memang seperti itu! Para kaum penguasa sekarang memeras keringat rakyat hanya untuk mengisi kantong mereka. "Lalu dengan melihat realita yang seperti itu apakah Indonesia sudah menjadi negara yang demokrasi?" BELUM! Tikus-tikus yang licik masih berkeliaran di senayan menikmati uang rakyat. Sementara para buruh dan petani bekerja memeras keringat mereka demi membayar pajak. 



Kenyataan seperti itu tidak bisa kita pungkiri. Walaupun para pemimpin berwajah tikus sama sekali tidak mencerminkan seseorang yang memiliki jiwa demokratis, KITA sebagai warga negara Indonesia harus merubah Indonesia menjadi negara yang bersih dengan menjadikan diri kita sebagai warga negara yang demokratis, yaitu dengan mempunyai rasa hormat dan tanggung jawab, bersikap kritis, bersikap terbuka, bersikap rasional, adil, dan selalu bersikap jujur, dan yang paling penting adalah tidak korupsi! kalau bisa menumpas segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme yang ada di sekitar kita.

"Kalau pemerintah belum bersikap demokratis, mengapa warga negaranya harus demokratis?" Kita rasionalkan saja! Jika pemerintah dan warga negaranya sama-sama tidak demokratis, maka negara tersebut akan hancur karena satu sama lain saling menyalahkan dan berakhir dengan peperangan. Kalau tidak KITA yang mengawali, siapa lagi?!

Kamis, 03 Oktober 2013

Rohingya : Berikan aku ruang

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Mungkin ini adalah suatu kebetulan atau ini semua memang takdir. Minggu lalu dosen intensif bahasa Inggrisku memberi tugas membuat artikel dalam bahasa Inggris tentang kesengsaraan suku Rohingya yang dikucilkan hanya karena mereka adalah seorang Muslim. Dan kebetulan sekali, dosen Civic Education-ku memberi tugas tentang kasus NEGARA-AGAMA. Ada hubungannya, kan?!

Rohingya adalah sebuah suku campuran antara India dan Bangladesh yang mana sangat berlawanan dengan kebanyakan masyarakat Myanmar yang mana keturunan Sino-Tibet. Hampir seluruh suku Rohingya bergama Islam. Sedangkan masyarakat Myanmar sendiri mayoritas beragama Budha. Inilah asal mula terjadinya konflik keagamaan di Myanmar.

Penderitaan muslim Rohinya berawal sejak abad ke 19. Dari mulai pembantaian, pengusiran, dan kekejaman yang lain terus-menerus menghantam kaum Rohingya yang malang. Bahkan telah diketahui sampai saat ini diperkirakan 15.000 Muslim Rohingya tewas mengenaskan. Sedangkan 30.000 dinyatakan hilang. Dan 5000 orang ditahan tanpa sebab yang jelas. TIDAK HANYA ITU!! Bahkan 21 Masjid di bakar oleh orang-orang Budha dan pihak pemerintah.




Selain itu, mereka juga tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Mereka juga tidak boleh melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka didiskriminasi. Dan bahkan rumah-rumah mereka dibakar tanpa sisa. Astaghfirullah...


Oleh sebab itu, banyak Muslim Rohingya yang mencoba melarikan diri ke negara lain, seperti Indonesia dan Australia dengan persediaan yang kurang memadai sehingga banyak diantara mereka yang tewas sebelum mencapai tujuan. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun....


"Mengapa orang Muslim harus dikucilkan?" "Apa salah mereka sebenarnya?". Mereka hanya butuh tempat tinggal. Mereka hanya ingin hidup dengan tenang. Mereka tidak pernah mengusik kaum mayoritas tapi kenapa mereka selalu diusik?. Semua manusia memiliki hak untuk hidup, kan?!


Mendapati hal itu, pemerintah Indonesia tidak hanya tinggal diam! Pemerintah Indonesia memperbolehkan para pengungsi dari Rohingya untuk tetap tinggal di Indonesia dan memberikan mereka bantuan berupa bahan-bahan makanan. Saya sangat berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan bantuan lebih bagi muslim Rohingya yang masih berada di Myanmar. Walaupun konflik ini sudah mereda, tapi saya yakin! Muslim Rohingya masih membutuhkan uluran tangan kita.  


  

"Cintai aku!" kata Indonesia

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Tidak sedikit orang yang mengaku bahwa dirinya mencintai Indonesia. Tapi pada kenyataannya TIDAK!! Pada era globalisasi ini, rasa nasionalisme bangsa nampaknya semakin lama semakin memudar. "Apa buktinya?"

Kita bisa melihat bukti pudarnya rasa nasinalisme misalnya dari cara berpakaian kebanyakan orang di Indonesia. Dari jutaan manusia yang hidup di negara ini, hanya segelintir orang saja yang suka dan bangga memakai batik. Contohnya saja teman-teman di kampusku! Dari 41 Mahasiswa di dalam kelasku, rata-rata hanya 2 sampai 3 Mahasiswa saja yang mengenakan batik. Bahkan aku sendiripun hanya memiliki 3 baju batik dari sekian banyak baju yang kupunya. 

Kebanyakan orang pada zaman sekarang gemar dan bangga mengaplikasikan budaya-budaya asing ke kehidupan sehari-hari. Saat ini, budaya asing rupanya sudah menghipnotis para remaja Indonesia, misalnya saja Korean Style yang telah menjadi mode trend 2013.



Terdapat banyak sekali pakaian bergaya korea yang dijual di Pasar. Lantas apakah gerangan yang menyebabkan hal itu?
Saat ini, marak sekali film-film dari luar negeri terutama dari Korea yang secara tidak langsung dan secara perlahan-lahan tanpa disadari sudah memasukkan budaya mereka ke negaa kita. Mulai dari gaya berpakaian, gaya rambut, dan lain sebagainya. "Mengapa bisa demikian?" dan "Mengapa budaya kita sendiri kurang diminati sementara budaya lain sangat digemari?"

Aku sendiri juga bertanya-tanya pada hati kecilku sendiri "Mengapa semangat bangsa kita memudar seperti ini?!". Perubahan terletak pada diri kita sendiri, yaitu masyarakat Indonesia. Tergantung kita saja sebagai masyarakat mau atau tidak mau mengubah cara pandang budaya asing untuk kembali ke budaya kita sendiri.

Aku sangat berharap dengan tulisanku ini para pembaca bisa mencintai tanah air dengan sepenuh hati dengan menerapkan budaya kita sendiri ke kehidupan sehari-hari seperti mengenakan batik TANPA MALU TAPI BANGGA. Mulai sekarang, akupun akan berusaha mencitai Indonesia dengan sejati.
Amiiiinnn.......

Senin, 30 September 2013

mirisnya konflik mesir

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Mungkin banyak orang yang kurang tau tentang apa sebab asal muasal konflik yang terjadi di Mesir, iya kan?!

Konflik mesir bermula sejak pihak oposisi mencoba menggulingkan Presiden Mesir, Mohammed Mursi yang dianggap tidak becus memimpin negara. Oleh karena itu, timbullah banyak pergolakan-pergolakan yang mana menyebabkan banyak korban.

Semakin hari semakin lama kondisi Mesir semakin tidak stabil. Kerusuhanpun terus terjadi antara pendukung Mohammad Mursi dan pihak militer yang mana semakin membuat kondisi Mesir semakin buruk.


Partai pendukung Mursi (Ikhwabul Muslimin) rupanya berencana datang ke Indonesia untuk menemui Komisi Politik Luar Negeri DPR.



"Pimpinan Komisi I DPR menerima kunjungan Jubir Freedom and Justice Party, Egypt atau Partai IM (Ikhwanul Muslimin Mesir) yaitu Dr Ahmed M Fahmi el-Watidi di ruang tamu Komisi I jam 11.00-12.00," ungkap Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com di Jakarta, Kamis (5/9/2013).


Partai Ikhwanul Muslimin itu datang karena ingin menjelaskan situasi dan kondisi di Mesir paska-bentrokan yang membuat ratusan jiwa melayang.


"Nampaknya jubir tersebut ingin menjelaskan situasi sebenarnya yang terjadi di Mesir terkait konflik politik saat ini," tutur Mahfudz, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Dengan berlangsungnya pertemuan antara kedua belah pihak, komisi I DPR mengharapkan agar Indonesia turut mengambil peran dalam menyelesaikan konflik di Mesir yang semakin lama semakin memanas itu.


Telah diketahui sebanyak 95 jiwa telah melayang di Kairo dan di daerah lain akibat konflik itu. Akan tetapi, Kelompok pendukung Mursi mengungkapkan bahwa jumlah korban jiwa jauh lebih tinggi daripada jumlah yang diumumkan pemerintah.


Dengan mengetahui konflik-konflik seperti itu, kita sebagai warga Indonesia harus menumbuhkan semangat nasionalisme agar tidak terjadi perpecahan di negara kita. Nasionalisme  itu sendiri adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang menimbulkan kesadaran sebagai bangsa. Bangsa adalah sekelompok manusia yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki rasa persatuan yang timbul karena kesamaan pengalaman sejarah, serta memiliki cita-cita bersama yang ingin dilaksanakan di dalam negara yang berbentuk negara nasional.