Menyinggung tentang HAM di Indonesia, tentunya terdapat banyak sekali realita-realita HAM yang tidak sesuai dengan peri keadilan. Di dunia ini, kita sering menjumpai potret kenyataan dimana orang kaya dipuja dan orang miskin ditindas. Dan yang lebih ironis, hal tersebut tanpa disadari telah menjadi adat istiadat yang sudah mendarah daging.
Contoh konkritnya adalah orang-orang di desaku sendiri! Biasanya, pada acara tertentu seperti lamaran pernikahan, orang-orang kaya yang diundang, diantar dengan menggunakan mobil mewah. Sedangkan orangorang yang berekonomi menengah ke bawah diantar dengan mobil pengangkut pasir. Fenomena ini tentunya tidak sesuai dengan HAM, yaitu untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Permasalahan HAM tidak hanya terjadi di desa saja! Akan tetapi permasalahan tersebut bisa terjadi dimana-mana, kapan saja, dan pada siapa saja!! Dari rakyat jelata ampai presiden sekalipun!
Akhir-akhir ini, Indonesia digemparkan kasus penyadapan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Australia terhadap Presiden Indonesia, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan pejabat penting lainnya. Hal ini tentu saja tidak hanya merupakan kasus yang berkenaan dengan politik saja! Akan tetapi ini juga merupakan kasus pelanggaran HAM, yang mana pada hakikatnya setiap orang memiiki hak pribadinya masing-masing.
Dunia ini mungkin tidak akan berwarna jika tidak ada masalah. Mungkin masalah-masalah yang berkenaan dengan hak asasi manusia tersebut bisa diatasi masing-masing individu yang mengalaminya. Ini semua tergantung dan kembali pada maising-masing individu, bila mau mengatasinya secara bijaksana, maka masalah akan terpecahkan. Bila tidak bisa mengatasinya secara bijaksana, maka masalah tersebut akan terus menjadi-jadi dan malah akan semakin rumit.