Rabu, 27 November 2013

potret HAM di Indonesia

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Menyinggung tentang HAM di Indonesia, tentunya terdapat banyak sekali realita-realita HAM yang tidak sesuai dengan peri keadilan. Di dunia ini, kita sering menjumpai potret kenyataan dimana orang kaya dipuja dan orang miskin ditindas. Dan yang lebih ironis, hal tersebut tanpa disadari telah menjadi adat istiadat yang sudah mendarah daging.

Contoh konkritnya adalah orang-orang di desaku sendiri! Biasanya, pada acara tertentu seperti lamaran pernikahan, orang-orang kaya yang diundang, diantar dengan menggunakan mobil mewah. Sedangkan orangorang yang berekonomi menengah ke bawah diantar dengan mobil pengangkut pasir. Fenomena ini tentunya tidak sesuai dengan HAM, yaitu untuk mendapatkan perlakuan yang sama.



Permasalahan HAM tidak hanya terjadi di desa saja! Akan tetapi permasalahan tersebut bisa terjadi dimana-mana, kapan saja, dan pada siapa saja!! Dari rakyat jelata ampai presiden sekalipun!
 Akhir-akhir ini, Indonesia digemparkan kasus penyadapan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Australia terhadap Presiden Indonesia, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan pejabat penting lainnya. Hal ini tentu saja tidak hanya merupakan kasus yang berkenaan dengan politik saja! Akan tetapi ini juga merupakan kasus pelanggaran HAM, yang mana pada hakikatnya setiap orang memiiki hak pribadinya masing-masing.

Dunia ini mungkin tidak akan berwarna jika tidak ada masalah. Mungkin masalah-masalah yang berkenaan dengan hak asasi manusia tersebut bisa diatasi masing-masing individu yang mengalaminya. Ini semua tergantung dan kembali pada maising-masing individu, bila mau mengatasinya secara bijaksana, maka masalah akan terpecahkan. Bila tidak bisa mengatasinya secara bijaksana, maka masalah tersebut akan terus menjadi-jadi dan malah akan semakin rumit.

Rabu, 13 November 2013

OTODA di desaku

oleh: Zaimatul Hurriyyah

Selama ini kita selalu berpikir bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah selalu salah karena di dalamnya terdapat banyak koruptor. Yang mana hal itu membuat kita tak lagi menaruh kepercayaan pada pemerintahan ini lagi. Padahal, pada kenyataannya mereka tidak sepenuhnya salah! Kita juga sering berpikir apa kontribusi yang diberikan pemerintah untuk rakyat selama ini.

Tanpa kita sadari, pada kenyataannya pemerintah turut berperan banyak dalam membangun daerah yang kita tempati. Sebenarnya, saya juga kurang menyadarinya sebelum saya mengamati perubahan positif yang terjadi di Daerah tempat tinggal saya.



Dulu, di desa saya, jalan setapaknya dipenuhi dengan bebatuan terjal. Yang mana membuat setiap orang yang melewatinya merasa kesulitan. Namun sekarang, jalan-jalan setapak itupun telah berubah menjadi jauh lebih baik. Batu-batu terjal itupun sudah tidak ada lagi! Yang ada sekarang adalah jalan setapak tanpa hambatanyang mudah untuk dilalui baik pejalan kaki maupun pengendara. Selain itu, masih banyak perubahan-perubahan positif lainnya yang ada di desaku, seperti pembuatan jembatan, perbaikan gedung sekolah, dan lain sebagainya.Lalu siapakah yang berjasa atas semua ini?!

Tentu saja pemerintah! khususnya pemerintah daerah dengan segala kebijakannya. Kita seharusnya bersyukur atas takdir kita yang hidup dan bernafas di bumi pertiwi ini. Walaupun negara kita masih merupakan negara berkembang yang di dalamnya maih terdapat banyak koruptor, akan tetapi kita masih bisa hidup dalam kedamaian tanpa peperangan seperti yang terjadi di negara-negara timur tengah.