untuk info lebih lanjut, silahkan lihat di http://olimpiade-pgmi.com/profil
yuk kuliah
Rabu, 06 Agustus 2014
olimpiade MI se-jatim UIN sunan ampel surabaya 2014
Pada tahun 2014, Olimpiade PGMI dilaksanakan dengan sasaran yang lebih
luas yaitu siswa-siswi MI/SD Islam Se-Jawa Timur. Olimpiade PGMI kedua
yang diadakan oleh HIMAPRODI PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya merupakan
Olimpiade PGMI pertama yang diadakan pasca konversi IAIN Sunan Ampel
Surabaya menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya. Olimpiade ini diadakan untuk
memperingati Dies Maulidiyah ke-VII HIMAPRODI PGMI FTK UIN Sunan Ampel
Surabaya, dengan harapan bisa menjadikan semangat baru bagi para siswa
Madrasah untuk berkompetensi dan meningkatkan kualitas pendidikan di
bidang Mata Pelajaran Umum dan Mata Pelajaran Agama
Minggu, 22 Desember 2013
Civil society : Gerakan Buruh Guna Mempertahankan Eksistensi diri
Mungkin kita sering mendengar gerakan buruh untuk menuntut kenaikan upah minimum regional yang biasa disebut dengan UMR. Tapi pernakah terbesit di pikiran kita mengapa para buruh sering kali unjuk rasa?! Dan apakah kalian tau pada 2013 ini para buruh di Jawa Timur mengajukan UMR sebesar 2,2 juta per bulan. Dengan fakta tersebut, mungkin akan terbesit di pikiran kita satu pertanyaan. "Mengapa UMR buruh bisa setinggi itu bila dibandingkan upah guru di Indonesia?"
Upah Guru Tidak Tetap (GTT) hanya berkisar 800 ribu hingga 1 juta per bulan. Bila dibandingkan upah buruh,tentu saja sangat tidak sepadan! tapi mengapa bisa demikian? Padahal, tingkat pendidikan seorang guru lebih tinggi dari pada buruh. Ini semua karena usaha para buruh berupa demonstrasi menuntut kenaikan gaji sehingga membuat pemerintah tidak bisa berkutik jika semua buruh di Indonesia mogok kerja.
Sudah jelas! Tujuan buruh berdemo adalah untuk meningkatkan kemakmuran hidupnya agar menjadi lebih baik. Dulu, seseorang bekerja sebagai buruh akan merasa malu dengan pekerjaannya. Tapi sekarang?! Sekarang banyak orang malah ingin menjadi seorang buruh. Bahkan banyak generasi muda tidak melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena tergiur gaji yang tinggisebagai buruh.
Ya! Itulah tujuan dari demonstrasi! Selain untuk meningkatkan kemakmuran, juga untuk meningkatkan eksistensi diri didalam kehidupan bermasyarakat. Lalu kenapa para guru tidak berdemo untuk menuntut kenaikan gaji sama halnya seperti buruh?! GURU BUKAN BURUH! Guru bekerja tanpa tanda jasa. Mereka mengamalkan ilmu mereka dengan tulus walaupun dibayar dengan upah yang sangat rendah.
Saya harap, pemerintah bisa memperhatikan keringat para guru di Indonesia dan juga pemerintah bisa menghargai jasa guru dengan pantas walaupun guru tidak pernah unjuk rasa atas keluh kesah yang dirasakannya. HARGAI JUGA YANG TIDAK BERDEMO!
Kamis, 12 Desember 2013
Biodata Ku
Tidak ada seorangpun yang mau menjadi "Ordinay People"! Begitupula denganku! Meskipun saat ini aku hanya seorang gadis biasa, tidak kaya, tidak cantik, dan tidak terlalu pintar, tapi aku sangat yakin! dengan usaha keras, aku pasti bisa meraih impianku!
Nama lengkapku Zaimatul Hurriyyah. Biasa dipanggil Cicim.Aku lahir pada tanggal12 Maret1995. Saat ini aku adalah seorang Mahasiswi di Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida'iyah. Sejak kecil aku ingin menjadi seorang guru. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, aku berubah pikiran. Entah mengapa tiba-tiba saja aku ingin menjadi seorang dosen di Universitas Negeri.Lima atau enam tahun ke depan, aku tidak ingin menjadi gadis biasa lagi! aku ingin menjadi "Extraordinary People" dan membanggakan kedua orang tua.
Untuk mencapai impian yang tinggi, memang tidak mudah! Semua butuh ikhtiar dan do'a dari banyakpihak. Dulu aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk mencapai cita-citaku. Setiap hari hanya kuwarnai dengan menonton televisi saja. Tapi sekarang aku tau dan sadar bahwa aku harus berubah saat ini juga!Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Yang harus aku lakukan sekarang adalah belajar,belajar, dan berdo'a. Allah pasti akan mengabulkan do'a orang-orang yang berusaha sungguh-sungguh. Tidak ada yang tidakmungkin di dunia ini saat Allah berkehendak.
Rencanaku untuk tahun-tahun ke depan :
Tiga tahun ke depan => Lulus S1 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dua tahun selanjutnya => Lulus S2 PGMI
1/2 tahun kemudian => Menjadi seorang dosen.
Semua itu adalah rencana masa depanku, akan tetapi, aku tau benar bahwa sebaik-baik rencana manusia, tidak akan adayang bisa menandingi indahnya rencana Allah.^_^
Nama lengkapku Zaimatul Hurriyyah. Biasa dipanggil Cicim.Aku lahir pada tanggal12 Maret1995. Saat ini aku adalah seorang Mahasiswi di Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya, jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida'iyah. Sejak kecil aku ingin menjadi seorang guru. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, aku berubah pikiran. Entah mengapa tiba-tiba saja aku ingin menjadi seorang dosen di Universitas Negeri.Lima atau enam tahun ke depan, aku tidak ingin menjadi gadis biasa lagi! aku ingin menjadi "Extraordinary People" dan membanggakan kedua orang tua.
Untuk mencapai impian yang tinggi, memang tidak mudah! Semua butuh ikhtiar dan do'a dari banyakpihak. Dulu aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk mencapai cita-citaku. Setiap hari hanya kuwarnai dengan menonton televisi saja. Tapi sekarang aku tau dan sadar bahwa aku harus berubah saat ini juga!Kalau tidak sekarang, kapan lagi?
Yang harus aku lakukan sekarang adalah belajar,belajar, dan berdo'a. Allah pasti akan mengabulkan do'a orang-orang yang berusaha sungguh-sungguh. Tidak ada yang tidakmungkin di dunia ini saat Allah berkehendak.
Rencanaku untuk tahun-tahun ke depan :
Tiga tahun ke depan => Lulus S1 PGMI UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dua tahun selanjutnya => Lulus S2 PGMI
1/2 tahun kemudian => Menjadi seorang dosen.
Semua itu adalah rencana masa depanku, akan tetapi, aku tau benar bahwa sebaik-baik rencana manusia, tidak akan adayang bisa menandingi indahnya rencana Allah.^_^
Minggu, 08 Desember 2013
Realita Good Governance
Oleh: Zaimatul Hurriyyah
Berjuta
kenyataan tentang keburukan yang tidak dapat dipungkiri oleh manusia beserta
hukum yang telah diciptakannya. Seperti yang kita tau, ketidak adilan ada
dimana-mana! Meluas, melebar, dan mendarah daging dari masyarakat kota sampai
pedesaan sekalipun. Lalu dimakah peran Good Governance selama ini?
Semua
itu membuat saya menjadi miris karena banyaknya contoh konkrit yang saya lihat
dengan mata kepala saya sendiri! Contohnya saja seperti kebijakan salah seorang
kepala desa di lingkunganku. Dia dengan sengaja menginzikan beberapa oknum
untuk membuka warung kopi yang di dalamnya terdapat praktek prostitusi.
Astaghfirullah!
Tentu
saja kebijakan yang tidak pantas itu membuat ketidak nyamanan bagi banyak
orang. Pasalnya, hal itu bisa saja membuat menyebarnya penyakit-penyakit yang
diakibatkan oleh praktek prostitusi itu seperti penyakit kelamin, sifilis,
bahkan HIV sekalipun!

Terdapat
banyak sekali dampak buruk atas satu kebijakan yang buruk. Lalu apakah kebijakan
yang buruk itu akan terus-menerus menjadi lebih parah dengan bertambahnya
waktu?! Tentu saja!
Lalu apa solusinya?
Mungkin
pemerintah pusat bisa lebih tegas dan merata dalam memberi hukuman bagi
siapapun yang membuka praktek prostitusi, dimanapun dan kapanpun! Dan
seharusnya pemerintah juga memberi hukuman pada oknum yang mengizinkan praktek
prostitusi tersebut. Dengan ketegasan pemerintah, maka saya sangat yakin!
Praktek prostitusi pasti akan berkurang!!
Rabu, 27 November 2013
potret HAM di Indonesia
Oleh : Zaimatul Hurriyyah
Menyinggung tentang HAM di Indonesia, tentunya terdapat banyak sekali realita-realita HAM yang tidak sesuai dengan peri keadilan. Di dunia ini, kita sering menjumpai potret kenyataan dimana orang kaya dipuja dan orang miskin ditindas. Dan yang lebih ironis, hal tersebut tanpa disadari telah menjadi adat istiadat yang sudah mendarah daging.
Contoh konkritnya adalah orang-orang di desaku sendiri! Biasanya, pada acara tertentu seperti lamaran pernikahan, orang-orang kaya yang diundang, diantar dengan menggunakan mobil mewah. Sedangkan orangorang yang berekonomi menengah ke bawah diantar dengan mobil pengangkut pasir. Fenomena ini tentunya tidak sesuai dengan HAM, yaitu untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Permasalahan HAM tidak hanya terjadi di desa saja! Akan tetapi permasalahan tersebut bisa terjadi dimana-mana, kapan saja, dan pada siapa saja!! Dari rakyat jelata ampai presiden sekalipun!
Akhir-akhir ini, Indonesia digemparkan kasus penyadapan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Australia terhadap Presiden Indonesia, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan pejabat penting lainnya. Hal ini tentu saja tidak hanya merupakan kasus yang berkenaan dengan politik saja! Akan tetapi ini juga merupakan kasus pelanggaran HAM, yang mana pada hakikatnya setiap orang memiiki hak pribadinya masing-masing.
Dunia ini mungkin tidak akan berwarna jika tidak ada masalah. Mungkin masalah-masalah yang berkenaan dengan hak asasi manusia tersebut bisa diatasi masing-masing individu yang mengalaminya. Ini semua tergantung dan kembali pada maising-masing individu, bila mau mengatasinya secara bijaksana, maka masalah akan terpecahkan. Bila tidak bisa mengatasinya secara bijaksana, maka masalah tersebut akan terus menjadi-jadi dan malah akan semakin rumit.
Menyinggung tentang HAM di Indonesia, tentunya terdapat banyak sekali realita-realita HAM yang tidak sesuai dengan peri keadilan. Di dunia ini, kita sering menjumpai potret kenyataan dimana orang kaya dipuja dan orang miskin ditindas. Dan yang lebih ironis, hal tersebut tanpa disadari telah menjadi adat istiadat yang sudah mendarah daging.
Contoh konkritnya adalah orang-orang di desaku sendiri! Biasanya, pada acara tertentu seperti lamaran pernikahan, orang-orang kaya yang diundang, diantar dengan menggunakan mobil mewah. Sedangkan orangorang yang berekonomi menengah ke bawah diantar dengan mobil pengangkut pasir. Fenomena ini tentunya tidak sesuai dengan HAM, yaitu untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Permasalahan HAM tidak hanya terjadi di desa saja! Akan tetapi permasalahan tersebut bisa terjadi dimana-mana, kapan saja, dan pada siapa saja!! Dari rakyat jelata ampai presiden sekalipun!
Akhir-akhir ini, Indonesia digemparkan kasus penyadapan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Australia terhadap Presiden Indonesia, yakni Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan pejabat penting lainnya. Hal ini tentu saja tidak hanya merupakan kasus yang berkenaan dengan politik saja! Akan tetapi ini juga merupakan kasus pelanggaran HAM, yang mana pada hakikatnya setiap orang memiiki hak pribadinya masing-masing.
Dunia ini mungkin tidak akan berwarna jika tidak ada masalah. Mungkin masalah-masalah yang berkenaan dengan hak asasi manusia tersebut bisa diatasi masing-masing individu yang mengalaminya. Ini semua tergantung dan kembali pada maising-masing individu, bila mau mengatasinya secara bijaksana, maka masalah akan terpecahkan. Bila tidak bisa mengatasinya secara bijaksana, maka masalah tersebut akan terus menjadi-jadi dan malah akan semakin rumit.
Rabu, 13 November 2013
OTODA di desaku
oleh: Zaimatul Hurriyyah
Selama ini kita selalu berpikir bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah selalu salah karena di dalamnya terdapat banyak koruptor. Yang mana hal itu membuat kita tak lagi menaruh kepercayaan pada pemerintahan ini lagi. Padahal, pada kenyataannya mereka tidak sepenuhnya salah! Kita juga sering berpikir apa kontribusi yang diberikan pemerintah untuk rakyat selama ini.
Tanpa kita sadari, pada kenyataannya pemerintah turut berperan banyak dalam membangun daerah yang kita tempati. Sebenarnya, saya juga kurang menyadarinya sebelum saya mengamati perubahan positif yang terjadi di Daerah tempat tinggal saya.
Dulu, di desa saya, jalan setapaknya dipenuhi dengan bebatuan terjal. Yang mana membuat setiap orang yang melewatinya merasa kesulitan. Namun sekarang, jalan-jalan setapak itupun telah berubah menjadi jauh lebih baik. Batu-batu terjal itupun sudah tidak ada lagi! Yang ada sekarang adalah jalan setapak tanpa hambatanyang mudah untuk dilalui baik pejalan kaki maupun pengendara. Selain itu, masih banyak perubahan-perubahan positif lainnya yang ada di desaku, seperti pembuatan jembatan, perbaikan gedung sekolah, dan lain sebagainya.Lalu siapakah yang berjasa atas semua ini?!
Tentu saja pemerintah! khususnya pemerintah daerah dengan segala kebijakannya. Kita seharusnya bersyukur atas takdir kita yang hidup dan bernafas di bumi pertiwi ini. Walaupun negara kita masih merupakan negara berkembang yang di dalamnya maih terdapat banyak koruptor, akan tetapi kita masih bisa hidup dalam kedamaian tanpa peperangan seperti yang terjadi di negara-negara timur tengah.
Selama ini kita selalu berpikir bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah selalu salah karena di dalamnya terdapat banyak koruptor. Yang mana hal itu membuat kita tak lagi menaruh kepercayaan pada pemerintahan ini lagi. Padahal, pada kenyataannya mereka tidak sepenuhnya salah! Kita juga sering berpikir apa kontribusi yang diberikan pemerintah untuk rakyat selama ini.
Tanpa kita sadari, pada kenyataannya pemerintah turut berperan banyak dalam membangun daerah yang kita tempati. Sebenarnya, saya juga kurang menyadarinya sebelum saya mengamati perubahan positif yang terjadi di Daerah tempat tinggal saya.
Dulu, di desa saya, jalan setapaknya dipenuhi dengan bebatuan terjal. Yang mana membuat setiap orang yang melewatinya merasa kesulitan. Namun sekarang, jalan-jalan setapak itupun telah berubah menjadi jauh lebih baik. Batu-batu terjal itupun sudah tidak ada lagi! Yang ada sekarang adalah jalan setapak tanpa hambatanyang mudah untuk dilalui baik pejalan kaki maupun pengendara. Selain itu, masih banyak perubahan-perubahan positif lainnya yang ada di desaku, seperti pembuatan jembatan, perbaikan gedung sekolah, dan lain sebagainya.Lalu siapakah yang berjasa atas semua ini?!
Tentu saja pemerintah! khususnya pemerintah daerah dengan segala kebijakannya. Kita seharusnya bersyukur atas takdir kita yang hidup dan bernafas di bumi pertiwi ini. Walaupun negara kita masih merupakan negara berkembang yang di dalamnya maih terdapat banyak koruptor, akan tetapi kita masih bisa hidup dalam kedamaian tanpa peperangan seperti yang terjadi di negara-negara timur tengah.
Kamis, 31 Oktober 2013
Kejamnya Demokrasi di Indonesia
oleh : Zaimatul Hurriyyah
Seperti yang kita tau, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Lalu dengan definisi tentang demokrasi tersebut, apakah Indonesia sudah menjadi negara yang menganut sistem demokrasi?. Pada kenyataannya TIDAK.
Rakyat kelas bawah hanya menjadi batu pijakan bagi rakyat kelas atas terutama bagi pejabat. Para pejabat sering kali mengobral janji untuk memperbaiki infrastruktur, mengurangi pengangguran, menggratiskan pengobatan dan pendidikan, dan janji-janji palsu yang lainnya. Pada kenyataannya, kebanyakan dari mereka yang terpilih menjadi wakil rakyat hanya menepati janjinya di awal dan di akhir masa jabatannya saja. Bila dihitung, janji mereka kurang dari 50% tidak terealisasikan. Kenapa bisa begitu? Padahal APBN dan APBD di Indonesia sangat banyak sekali melebihi negara-negara di asia tenggara yang lainnya.
Data belanja Indonesia tahun 2012 sebesar Rp1.435,4 T. Dibandingkan dengan data belanja Malaysia yang hanya sekitar Rp650 T. Mungkin Indonesia membutuhkan dana yang lebih banyak karena memiliki daerah yang lebih luas. Tapi dana yang begitu banyak tersebut tidak seimbang dengan sedikitnya kemakmuran yang di dapatkan rakyat.
Lalu ke manakah dana-dana tersebut?!
Ke sinilah dana-dana yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat itu mengalir dan terhenti di kantong mereka. Dan yang lebih ironis, mereka hanya dipenjara selama beberapa tahun saja! Itupun dengan fasilitas yang jauh lebih memadai dari pada narapidana lain. Oleh karena itu, KITA sebagai generasi muda, harus mengobarkan semangat darah juang 45 untuk menghentikan semua ini dan berusaha menciptakan sistem demokrasi yang sebenarnya di Indonesia. Kalau tidak kita, siapa lagi?!
Seperti yang kita tau, Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Lalu dengan definisi tentang demokrasi tersebut, apakah Indonesia sudah menjadi negara yang menganut sistem demokrasi?. Pada kenyataannya TIDAK.
Rakyat kelas bawah hanya menjadi batu pijakan bagi rakyat kelas atas terutama bagi pejabat. Para pejabat sering kali mengobral janji untuk memperbaiki infrastruktur, mengurangi pengangguran, menggratiskan pengobatan dan pendidikan, dan janji-janji palsu yang lainnya. Pada kenyataannya, kebanyakan dari mereka yang terpilih menjadi wakil rakyat hanya menepati janjinya di awal dan di akhir masa jabatannya saja. Bila dihitung, janji mereka kurang dari 50% tidak terealisasikan. Kenapa bisa begitu? Padahal APBN dan APBD di Indonesia sangat banyak sekali melebihi negara-negara di asia tenggara yang lainnya.
Data belanja Indonesia tahun 2012 sebesar Rp1.435,4 T. Dibandingkan dengan data belanja Malaysia yang hanya sekitar Rp650 T. Mungkin Indonesia membutuhkan dana yang lebih banyak karena memiliki daerah yang lebih luas. Tapi dana yang begitu banyak tersebut tidak seimbang dengan sedikitnya kemakmuran yang di dapatkan rakyat.
Lalu ke manakah dana-dana tersebut?!
Ke sinilah dana-dana yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat itu mengalir dan terhenti di kantong mereka. Dan yang lebih ironis, mereka hanya dipenjara selama beberapa tahun saja! Itupun dengan fasilitas yang jauh lebih memadai dari pada narapidana lain. Oleh karena itu, KITA sebagai generasi muda, harus mengobarkan semangat darah juang 45 untuk menghentikan semua ini dan berusaha menciptakan sistem demokrasi yang sebenarnya di Indonesia. Kalau tidak kita, siapa lagi?!
Langganan:
Postingan (Atom)