Mungkin kita sering mendengar gerakan buruh untuk menuntut kenaikan upah minimum regional yang biasa disebut dengan UMR. Tapi pernakah terbesit di pikiran kita mengapa para buruh sering kali unjuk rasa?! Dan apakah kalian tau pada 2013 ini para buruh di Jawa Timur mengajukan UMR sebesar 2,2 juta per bulan. Dengan fakta tersebut, mungkin akan terbesit di pikiran kita satu pertanyaan. "Mengapa UMR buruh bisa setinggi itu bila dibandingkan upah guru di Indonesia?"
Upah Guru Tidak Tetap (GTT) hanya berkisar 800 ribu hingga 1 juta per bulan. Bila dibandingkan upah buruh,tentu saja sangat tidak sepadan! tapi mengapa bisa demikian? Padahal, tingkat pendidikan seorang guru lebih tinggi dari pada buruh. Ini semua karena usaha para buruh berupa demonstrasi menuntut kenaikan gaji sehingga membuat pemerintah tidak bisa berkutik jika semua buruh di Indonesia mogok kerja.
Sudah jelas! Tujuan buruh berdemo adalah untuk meningkatkan kemakmuran hidupnya agar menjadi lebih baik. Dulu, seseorang bekerja sebagai buruh akan merasa malu dengan pekerjaannya. Tapi sekarang?! Sekarang banyak orang malah ingin menjadi seorang buruh. Bahkan banyak generasi muda tidak melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena tergiur gaji yang tinggisebagai buruh.
Ya! Itulah tujuan dari demonstrasi! Selain untuk meningkatkan kemakmuran, juga untuk meningkatkan eksistensi diri didalam kehidupan bermasyarakat. Lalu kenapa para guru tidak berdemo untuk menuntut kenaikan gaji sama halnya seperti buruh?! GURU BUKAN BURUH! Guru bekerja tanpa tanda jasa. Mereka mengamalkan ilmu mereka dengan tulus walaupun dibayar dengan upah yang sangat rendah.
Saya harap, pemerintah bisa memperhatikan keringat para guru di Indonesia dan juga pemerintah bisa menghargai jasa guru dengan pantas walaupun guru tidak pernah unjuk rasa atas keluh kesah yang dirasakannya. HARGAI JUGA YANG TIDAK BERDEMO!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar