Sebelumnya, saya pernah membaca salah satu buku yang mana salah satu kutipan dalam buku tersebut membuat saya sedikit bingung. Di dalam buku itu terkutip "Demokrasi dari rakyak, oleh rakyat, untuk rakyat?. Sekarang yang benar adalah Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, untuk kapitalis"
Realitanya memang seperti itu! Para kaum penguasa sekarang memeras keringat rakyat hanya untuk mengisi kantong mereka. "Lalu dengan melihat realita yang seperti itu apakah Indonesia sudah menjadi negara yang demokrasi?" BELUM! Tikus-tikus yang licik masih berkeliaran di senayan menikmati uang rakyat. Sementara para buruh dan petani bekerja memeras keringat mereka demi membayar pajak.
Kenyataan seperti itu tidak bisa kita pungkiri. Walaupun para pemimpin berwajah tikus sama sekali tidak mencerminkan seseorang yang memiliki jiwa demokratis, KITA sebagai warga negara Indonesia harus merubah Indonesia menjadi negara yang bersih dengan menjadikan diri kita sebagai warga negara yang demokratis, yaitu dengan mempunyai rasa hormat dan tanggung jawab, bersikap kritis, bersikap terbuka, bersikap rasional, adil, dan selalu bersikap jujur, dan yang paling penting adalah tidak korupsi! kalau bisa menumpas segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme yang ada di sekitar kita.
"Kalau pemerintah belum bersikap demokratis, mengapa warga negaranya harus demokratis?" Kita rasionalkan saja! Jika pemerintah dan warga negaranya sama-sama tidak demokratis, maka negara tersebut akan hancur karena satu sama lain saling menyalahkan dan berakhir dengan peperangan. Kalau tidak KITA yang mengawali, siapa lagi?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar