Kamis, 03 Oktober 2013

Rohingya : Berikan aku ruang

Oleh : Zaimatul Hurriyyah

Mungkin ini adalah suatu kebetulan atau ini semua memang takdir. Minggu lalu dosen intensif bahasa Inggrisku memberi tugas membuat artikel dalam bahasa Inggris tentang kesengsaraan suku Rohingya yang dikucilkan hanya karena mereka adalah seorang Muslim. Dan kebetulan sekali, dosen Civic Education-ku memberi tugas tentang kasus NEGARA-AGAMA. Ada hubungannya, kan?!

Rohingya adalah sebuah suku campuran antara India dan Bangladesh yang mana sangat berlawanan dengan kebanyakan masyarakat Myanmar yang mana keturunan Sino-Tibet. Hampir seluruh suku Rohingya bergama Islam. Sedangkan masyarakat Myanmar sendiri mayoritas beragama Budha. Inilah asal mula terjadinya konflik keagamaan di Myanmar.

Penderitaan muslim Rohinya berawal sejak abad ke 19. Dari mulai pembantaian, pengusiran, dan kekejaman yang lain terus-menerus menghantam kaum Rohingya yang malang. Bahkan telah diketahui sampai saat ini diperkirakan 15.000 Muslim Rohingya tewas mengenaskan. Sedangkan 30.000 dinyatakan hilang. Dan 5000 orang ditahan tanpa sebab yang jelas. TIDAK HANYA ITU!! Bahkan 21 Masjid di bakar oleh orang-orang Budha dan pihak pemerintah.




Selain itu, mereka juga tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Mereka juga tidak boleh melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka didiskriminasi. Dan bahkan rumah-rumah mereka dibakar tanpa sisa. Astaghfirullah...


Oleh sebab itu, banyak Muslim Rohingya yang mencoba melarikan diri ke negara lain, seperti Indonesia dan Australia dengan persediaan yang kurang memadai sehingga banyak diantara mereka yang tewas sebelum mencapai tujuan. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun....


"Mengapa orang Muslim harus dikucilkan?" "Apa salah mereka sebenarnya?". Mereka hanya butuh tempat tinggal. Mereka hanya ingin hidup dengan tenang. Mereka tidak pernah mengusik kaum mayoritas tapi kenapa mereka selalu diusik?. Semua manusia memiliki hak untuk hidup, kan?!


Mendapati hal itu, pemerintah Indonesia tidak hanya tinggal diam! Pemerintah Indonesia memperbolehkan para pengungsi dari Rohingya untuk tetap tinggal di Indonesia dan memberikan mereka bantuan berupa bahan-bahan makanan. Saya sangat berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan bantuan lebih bagi muslim Rohingya yang masih berada di Myanmar. Walaupun konflik ini sudah mereda, tapi saya yakin! Muslim Rohingya masih membutuhkan uluran tangan kita.  


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar